PUPUK & NUTRISI ORGANIK ABG
 
Komoditas
TANAMAN BUAH MANGGA
  1. Persiapan dan pengolahan lahan.
    Lakukan pengolahan lahan dengan dibersihkan dari rumput-rumputan dan perakaran, hingga lahan siap tanam. Lubang tanam dibuat (1-2) bulan sebelum tanam, ukuran (50 cm x 50 cm x 50 cm) sampai (1 m x 1 m x 1m), dan jarak tanam (6 m x 8 m). Sekitar (1–7) minggu sebelum penanaman, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang (2–5) kg/lubang dan ABG-Bios 500 gram/lubang. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, setengah tanah galian dimasukkan kembali kedalam lubang tanam.
  2. Pembibitan.
    Campurkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (25–100) gram ABG-Bios dengan (25–50) kg media pembibitan (campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1), kemudian aftifkan dengan cara menyiram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru dipakai, dengan memasukkan kedalam polybag. Selanjutnya dilakukan pemupukan, dengan (2–3) tablet ABG-Tablet/tanaman + (50-100) gram ABG-Bios/tanaman, setiap 3 bulan, hingga tanaman dipindahkan ke lapangan, setelah tinggi tunas 20 cm. Pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, diberikan setiap 2 minggu.
  3. Pemupukan.
    3.1. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
    Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:
    1. a. Berikan (6–20) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat 5 tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
    2. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval 20 hari sekali.
    3. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman mangga, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Lalu siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.
    3.2. Tanaman Menghasilkan (TM).
    1. Berikan (20–60) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman, pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (5–10) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (5–10) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
    2. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan konsentrasi (2-4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (20-30) hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan ke dalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.
    3. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman mangga, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.
  4. Pemeliharaan.
    Pemeliharaan meliputi penyiangan, pemangkasan, pemberian mulsa alami, pengelolaan bunga dan buah, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
    • Penyiangan (weeding) dilakukan dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
    • Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.]
  5. Panen.
    • Panen dilakukan pada umur ± 97 hari, setelah bunga mekar, buah berbedak, dengan menyisakan tangkai buah sekitar (0,5-1) cm.
    • Kemudian dilakukan seleksi grading. Buah berikutnya kontinu (1-2) kali setahun tergantung pemangkasan buah.


 
 
TPP- ABG TANAMAN PERKEBUNAN
TPP-ABG TANAMAN INDUSTRI DAN OBAT-OBATAN
 
     
Kritik /Saran. Silahkan isi biodata anda yang lengkap!
Nama :
Telp :
E-mail :
Komentar  
   
     
ALAMAT KANTOR:
Taman Kebun Jeruk Blok A4/26 Jl. Raya Meruya Ilir,Jakarta Barat 11630
Tlp. 021 - 58907047
Fax. 021 – 58907049
KONSULTASI PUPUK ABG :
Tlp. 021 – 91076517 (SMS). Email : pupuk-abg@gmail.com .Facebook: pupuk-abg

Distributor:
PT. SUMBER REJEKI INDOTANI